PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi AgamaPsikologi Sosial

agama ekstrinsik

extrinsic religion

Ringkasan Singkat

Agama ekstrinsik adalah orientasi religius di mana keyakinan digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan lain seperti status sosial atau kenyamanan pribadi.

Konsep agama ekstrinsik diperkenalkan oleh psikolog Gordon W. Allport untuk mendeskripsikan tipe orientasi religius di mana individu menggunakan agama sebagai instrumen untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau sosialnya. Dalam hal ini, religiositas bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk mendapatkan keamanan diri, status, atau integrasi sosial.

Orang dengan orientasi religius ekstrinsik mungkin mengikuti ritual keagamaan karena hal itu memberikan mereka kenyamanan emosional atau citra positif di mata masyarakat. Hal ini berbeda dengan orientasi intrinsik, di mana individu benar-benar menghayati ajaran agama sebagai panduan hidup yang mendasar tanpa mengharapkan keuntungan sekunder.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology
  • Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). Personal religious orientation and prejudice.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback